Catatan Deem

"Kapal Oleng Kapten!"
Andai saja bisa seperti yang di film-film, berlagak seolah sedang diterpa badai di tengah laut sambil memainkan kemudi kapal. Awak kapal berkerja keras di posisinya masing-masing agar kapal tidak terbalik. Dan kami si awak kapal malah tertawa senang merasakan sedikit 'badai' ini.  Yap. Sore itu, 13 Oktober 2012, kapal kami dipermainkan oleh gelombang Selat Sunda. Perjalanan indah kami untuk menuju Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda langsung mendadak muram dikarenakan gelombang yang sangat tidak bersahabat sore itu. 

6 jam sebelumnya kami masih enjoy dengan perjalanan laut ini. Diawali dari Dermaga Canti yang berada di Kalianda, Lampung Selatan, kami mengawali  semuanya. Walaupun disambut sedikit mendung ketika kami baru saja tiba dari Bakauheni di Dermaga Canti, perjalanan kami pagi itu berjalan lancar. Bahkan saya sempat tertidur di atas dek selama perjalanan. Angin sepoi-sepoi, matahari pagi yang masih malu-malu nunjukin kecantikannya, lautan, sebuah perpaduan yang pas banget buat..... tidur. :D

Inilah singgasana sementara kami di atas kapal
Tujuan kami selanjutnya adalah Pulau Sebesi, pulau yang berada di tengah-tengah antara daratan pulau sumatera dan anak krakatau sendiri. Dibutuhkan waktu sekitar 1.5 jam untuk mencapai pulau ini. Tampak dari kejauhan kapal-kapal nelayan berjejer di tepi sebuah pulau. Usut punya usut ternyata pulau itu adalah pulau dimana kami akan menginap. Yap. Pulau Sebesi. Sebuah Dermaga telah menyambut kedatangan kami. Hap. Saya langsung segera beranjak turun dari kapal segera menuju penginapan sebelum akhirnya kami berlayar lagi menuju Anak Gunung Krakatau! Krakatau... I`m coming! :)
Kaki para penikmat dek atas kapal :)
Sama seperti perjalanan sebelumnya, saya lebih memilih berada di dek atas dibanding di dalam kapal. Sayang rasanya kalau saya melewatkan perjalanan ini. Ya sekalian cari udara segar lah. hhe. Dan akhirnya kami malah karaokean di atas dek sambil menatap matahari yang sumpah lagi dalam posisi paling imut sedunia menerangi bumi ini *oke, kali ini agak lebai*. Yang jelas si matahari bener-bener "OK" banget waktu itu. Ketawa-ketiwi, nyanyi ngalor ngidul sukses membuat kami lupa waktu dan hap hap hap sampai juga kami di Anak Gunung Krakatau!
Hei! It`s you Anak Krakatau!

Anak Krakatau
WELCOME to Cagar Alam Kraktau!
Anak  Krakatau ini termasuk salah satu gunungapi yang sangat sering menunjukkan atraksinya alias suka batuk-batuk macam manusia ngeluarin material vulkanik yang malah membuat daratan baru di beberapa  sisi pulau.  Anak Krakatau ini berada diantara Pulau Sertung, Pulau Panjang dan Pulau Rakata. Konon katanya, pada zaman dahulu terdapat sebuah Gunungapi besar yang diberi nama Krakatau Besar. Dan akibat letusan yang menghebohkan dunia, tersisalah 3 buah pulau yaitu Rakata, Danan, dan Perbuatan. Sampai akhirnya terjadi letusan lagi dan menyisakan 3 buah pulau yaitu Sertung, Panjang, dan Rakata. Dan akibat aktivitas vulkanik di bawah permukaan laut, muncullah kawah dinding baru yang saat ini dikenal dengan sebutan Anak Krakatau. *akibat baca plang di pulau ini* :D

Pasir Hitam
Pasir pantai Anak Krakatau sangat berbeda dengan pasir di pulau sekitarnya. Disini kita bakal nemuin pasir hitam sedangkan di pulau-pulau lainnya pasir relatif berwarna putih. Ya, ini juga akibat dari aktivitas vulkanik Anak Krakatau yang masih aktif sampai detik sekarang. Bahkan di beberapa bagian, pasir masih panas. Ada faktor endogen dan eksogennya gitu deh. Panas dari dalam bumi itu sendiri (endogen) dan panas matahari dari luar sebagai faktor eksogen. Yang jelas, kalo mau kesini disarankan memakai kaos kaki yang tebal dan sepatu hiking. Kalo gak mau kepanasan di tengah jalan menuju Patok 9. 

Let`s hiking to Patok 9!
Jadi di Anak Krakatau ini kita cuma bisa sampai patok 9 aja. Perjalanan dari 0 mdpl memakan waktu sekitar 30 menit - 60 menit. Tergantung sering enggaknya kita berhenti di jalan. Cuma ya waktu kemaren itu, berhubung kita naik ke Patok 9 start jam 11.00-an WIB dimana di jam segitu matahari lagi terik banget jadi jadi jadi saya seellooww gitu naiknya. Hhe. Enjoy perjalanan menuju Patok 9 lah!

Perjalan dari 0 mdpl langsung disuguhkan pasir yang makin ke atas makin berat. Untungnya sampai patok 3 kita masih bisa ketemu pohon-pohon. Tapi jangan harap ya dari patok 3 ke patok 9 bakal nemuin pohon sebanyak tadi. Pohon terakhir yang bisa kita sambangi untuk beristirahat cuma sampai di patok 7! Selebihnya?! Pasir pasir nan luas dan beberapa batang pohon yang udah gersang. Beneran deh, mesti bawa minum yang banyak biar gak dehidrasi di sana. Sambil siapa tau mau cuci muka di patok 9. hhe
Lautan pasir -_-

View dari patok 9!

Hei! It`s me!

Begitu sampai di patok 9 puncak Anak Krakatau udah berdiri dengan kokohnya di depan sana sambil masang plang bertulisan "STOP!jangan ke sini kalo gak mau keracunan " (well, ini plang cuma ada dalam imajinasi saya aja sih). Dari Patok 9 ini bisa keliatan lautan yang luaass banget. (Ya iyalah, secara berada di tengah Selat Sunda, ckckk). View nya juara lah! 

Setelah puas menikmati udara siang hari di Anak Krakatau, akhirnya kami semua turun ke bawah. Dan perjalanan kami dilanjutkan dengan snorkeling di sekitar Pulau Rakata. Seharusnya pemandangan bawah laut di sini bagus, tapi gelombang yang sudah terlihat ganas membuat kami kurang nyaman. Baru liat kebawah sebentar, badan kami sudah terbawa gelombang. Bener-bener gak OK banget sore itu. Akhirnya sebelum gelombang makin dahsyat segera beranjaklah kami dari Pulau itu dan segera cau ke Pulau Sebesi!
Snorkeling day 1
Awalnya sih niatnya mau ngeringin baju yang basah sambil menikmati sepoi-sepoi angin. Tapi mendadak gelombang makin tinggi. Kapal yang dihantam ombak dari kanan-kiri membuat kami harus pegangan erat-erat dengan apapun yang ada di atas dek kapal. Awalnya kami masih sempet bernyanyi-nyanyi sampai akhirnya awak kapal menyuruh kami untuk masuk ke kapal. Sumpah demi apapun! Begitu masuk kapal, gelombang makin ganas! Tawa riang yang kami rasakan sebelumnya mendadak berubah menjadi keheningan. Yang terdengar hanya suara mesin kapal dan ombak yang beradu dengan lambung kapal. Masing-masing dari kami berusaha memejamkan mata. Dari yang ngantuk sampai yang gak ngantuk sekalipun langsung berusaha merem-meremin mata. Berharap bisa tertidur dan tidak merasakan dahsyatnya goncangan gelombang. Perjalanan pergi yang kami rasakan singkat mendadak berubah terasa sangaatt lamaaa. Dan akhirnya setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, tiba juga kami di Pulau Sebesi. Alhamdulillah :)

*******

Pulau Sebuku
"Kapal berubah haluan, Kapten!"
Setelah sehari sebelumnya menyambangi Anak Krakatau dan bersnorkeling di sekitar Pulau Rakata, kamipun berkesempatan mengunjungi Pulau Sebuku Kecil. Kalau perjalanan sebelumnya ngebutuhin waktu sampai 2 jam, perjalanan kali ini hanya memakan waktu 30 menit-an. OKE! Saatnya hunting poto di Pulau Sebuku Kecil.

@ Sebuku Kecil
snorkeling day 2
Pulau Sebuku Kecil ini berhadapan langsung dengan Pulau Sebuku Besar. Di sepanjang pantai kita bisa nemuin coral sampai kerang dari segala macam jenis. Sedangkan di sisi lain Pulau ini kita bisa nemuin beberapa batu yang lumayan besar. Pasir putih, laut hijau, bener-bener perpaduan yang bagus! Setelah puas di pulau ini, kami segera menuju Pulau Sebuku Besar untuk ber-snorkeling ria. Thanks GOD! Gelombang sedang bersahabat dan kami bisa menikmati pemandangan bawah laut sampai puas! :)

Pulau Umang
Puas ber-snorkeling ria kami segera meluncur ke Pulau Umang. Pulau Umang ini berada di dekat Pulau Sebesi. Pulau mini ini memang surga buat pasir putihnya! Baru sampai kami sudah disambut dengan pasir putihnya. Aaaa! Keren keren banget pulau ini. Batunya! Ih wow! (Sempat sedikit tengok jenis batuan disana dari lava yang membeku.) Selain itu, kita bisa nemuin bintang laut biru, teripang, + coralcoral  yang masih dalam pertumbuhan. After hunting photo, then we go to Sebesi Island!
Pulau Umang




Thanks for the trip! Thanks @javastours! :)

Setelah ngebolang ke Burangrang, sekarang waktunya ngebolang ke Tasikmalaya. Tancap mang! :D
Saya - Nova - Cindy start dari Jatinangor tercinta pukul 16.00 WIB. Belum aja berangkat, udah disambut sama derasnya hujan. Terpaksa kami bertiga nunggu hujan reda dulu baru ngelanjutin perjalanan.

Setelah hujan reda, kami bertiga pun segera capcus ke Dangdeur. Dari sana rencananya kami bakal naik bus sampai ke Tasik. Untungnya begitu turun dari angkot - bus langsung dateng - dan lebih untung lagi kami bertiga dapet tempat duduk. :) Mengingat jalanan menuju Tasikmalaya berkelok-kelok, alhasil saya memilih buat tidur. Sadar diri gitu ceritanya, daripada saya dapet jekpot, kan males. Yaudah deh maksain mata buat merem merem dan merem.  Sekitar 3 jam perjalanan - sampe lah kami di kota Tasikmalaya. Waktu itu udah di jemput sama papa nya Cindy - terus tancap ke rumah Cindy . :)

OK! Bagi2 poto aja ya selama di tasikmalaya :)

Balong di depan halaman rumah Cindy 



Kawah Galunggung





Pikiran saya di danau bakalan sedikit lebih hangat kalo dini hari ternyata salah.  Sama aja. Dingin.. Bbbbrrrrrr… Saya yang waktu itu bangun jam 06.00 WITA masih males banget keluar tenda karena cuaca nya yang dingin. Apalagi badan masih pingin banget tidur mengingat perjalanan kemaren ke puncak yang ‘lumayan’.

Akhirnya sekitar pukul 06.30 saya bangun juga, di luar udah lumayan terang. Sambil menikmati udara pagi danau yang segeeerrr saya mencari kenalan2 baru. Ada mbak indri (kalo ga salah nama) yang berasal dari Mataram, ada juga Pal, Dwi, Indah yang berasal dari Surabaya. Yaa..Lumayan nambah relasi baru. J Setelah ngobrol-ngobrol, saya segera kembali ke tenda, packing, dan masak buat sarapan.

Sekitar pukul 09.45 semua udah beres. Kami langsung berdoa dulu sebelum memulai perjalanan pulang via jalur Senaru. Waktu itu, tim kami (saya, Bobi, Jessie, Ulik) seperti biasa menjadi tim terakhir yang balik. Tim lainnya udah berangkat dari pukul 08.00 WITA tadi. Rasanya kaki males banget buat melangkah. Secara jalur Senaru ini terkenal keterjalannya, apalagi kalo dari danau mau ke Plawangan Senaru, jalurnya bener-bener astaghfirullah. Siap-siap mental aja ceritanya.

90 derajat kurang. 
Awal perjalanan, kami masih harus memutari danau terlebih dahulu. Jalur Senaru berada di seberang sana (dari tempat kami ngecamp). Ini nih yang paling gak saya suka, batu di sepanjang jalan bener-bener licin, ditambah sepatu saya yang agak licin di batuan yang seperti itu. Yaudah aja saya jalan pelan-pelan. 

Sehabis mengitari danau, track langsung menanjak ke puncak bukit dimana Plawangan Senaru berada. Keroco 1 , 2 , dan 3 berada di depan saya. Dan saya berada di barisan paling akhir. Bener-bener ampun tanjakan yang satu ini. Prinsip saya alon-alon asal kelakon. Hhii. Gak berapa lama kami nanjak, kami berhasil bertemu dengan tim yang udah berangkat terlebih dahulu, makin ke atas, pendaki makin ramai yang kami salip. Jadi kalo dipikir-pikir  ya lumayan cepet juga tim kami dalam berjalan. Lepas dari ketemu pendaki-pendaki lainnya, untuk jalur disini di beberapa titik, tanjakan nya nyaris 90 derajat. Bener-bener mantap banget! Tapi view dari sini gak kalah bagus dari Jalur Sembalun. Kita bisa menikmati view Danau Segara Anak dengan Gunung Baru Jari  di kejauhan. Bener-bener bagus banget pemandangan disini. J sayangnya batere kamera saya udah abis, jadinya saya gak bisa mengabadikan view yang disini.


istirahat sambil menikmati pemandangan danau

Sekitar pukul 12.30 WITA akhirnya saya sampai juga di Plawangan Senaru dengan ketinggian 2600-an mdpl (ketinggian Danau Segara Anak 2000-an mdpl).Waawww.. lumayan ..Kaki udah gak karuan rasanya. Gempor! Dari ketinggian 2600an mdpl kami mesti turun sampe di ketinggian 600an mdpl. Oh men! 2000 m! :( jadi apa ini kaki.. hikss.. 

Setelah puas beristirahat (sekitar 30 menit), kamipun melanjutkan perjalanan ke pos-pos selanjutnya. Jadi, kalo via jalur Sembalun, ada 3 pos inti dan ada beberapa pos bayangan dan jalur ini yang mendominasi adalah hutan2.

Begitu turun dari Plawangan Senaru, kami langsung menuruni bukit-bukit dengan medan yang berpasir. Berhubung waktu itu udah siang hari, cuaca bener-bener panas ditambah dengan debu yang terbang dengan indahnya membelai wajah kami. Aarrhh.. Bener-bener kombinasi yang bagus!

danau segara anak dari Jalur Senaru

di Plawangan Senaru

Seperti biasa, saya berada di urutan paling belakang. Waktu itu jarak saya dengan mereka gak seberapa jauh. Mereka berlari menuruni bukit, saya masih bisa ikutan lari. Bahkan kalo mereka beratraksi waktu ngerempun saya masih bisa beratraksi juga (sedikit). Tapi, begitu memasuki area hutan, saya udah kehilangan jejak mereka. Langkah mereka besar-besar. Dan saya lumayan ketinggalan. Apalagi kaki saya udah sulit diajak kompromi. Mungkin akibat tanjakan setelah danau ditambah turunan di bukit yang saya bawa lari mengakibatkan kaki saya sedikit seok. Akhirnya saya memilih jalan cepet ditambah sedikit lari-lari kecil dan taraaaaaa, akhirnya saya sampai juga di POS 3. Anak-anak pun udah nyampe disana. Waktu itu disana udah ada beberapa bule + tim JP yang sedang istirahat. Lagi lagi karena saya sadar diri stamina udah mulai seok saya pamit berangkat duluan ke POS 2.  Waktu itu, lintasan udah menurun terus menerus. Lutut udah bener-bener sulit diajak kompromi. Bisa dibilang saya asal jalan aja waktu itu, yang penting melangkah melangkah dan melangkah. 1-2 kali saya pun terjatuh akibat tanah yang licin. Setengah jam saya berjalan, Bobi menyusul saya. Dan saya persilahkan dia duluan, lanjut Jessie + Ulik nyusul saya lagi. Aselinya, mereka masih sanggup aja lari. Saya? Jalan aja udah susah. Alhasil jarak saya dengan mereka jadi semakin jauh. Secara mereka lari sedangkan saya Cuma jalan. Hhuu..

Itu hutan nya bener-bener sepi pi pi pi. Vegetasi lumayan banyak, bagi orang biologi mungkin jadi area yang pas buat belajar soalnya di beberapa pohon ditulis nama latin dari pohon tersebut. Saya Cuma baca beberapa aja dan pastinya sekarang udah lupa. Hhhee..

Selama perjalanan, saya disalip beberapa porter dan lumayan sering bersisipan dengan para pendaki yang baru mulai mendaki via jalur Senaru. Tak ayal kami sering say hello dan saling menyemangati satu sama lain.  Hhee . Perjalanan menuju pos 2 ini bener-bener memakan waktu yang lumayan lama. Ditambah waktu itu stok minum udah abis, klenger pisan dh! Dan akhirnya dikejauhan saya liat atap saung peristirahatan, akhirnya.. J  SAMPAI JUGA!

Langsung saya turunin carier dari badan dan merebahkan badan sebentar. Anak-anak udah lumayan lama nungguin saya di pos 2 ini. ada mungkin 20 menitan mereka nungguin saya . Lega pisan rasanya. J  Tapi gak seberapa lama saya nyampe, keroco 1-3 langsung melanjutkan perjalanan, mereka ngebekalin saya air minum 1 veldples + biscuit (Waaahh..baiknya kalian ini J ). Lumayan buat bekel dijalan. Setelah 10-15 menit mereka berangkat, saya pun melanjutkan perjalanan. Akhirnya saya mutusin buat jalan nyantai aja, Cuma di beberapa titik aja sedikit lari-lari. Batas waktu nya jam 5 sore saya HARUS udah ketemu sama anak-anak lagi mengingat jalur Senaru sedikit terkenal akan hal mistisnya. Percaya gak percaya sih.  Ya selain itu, kalo udah lebih jam 5 sore pastinya bakal gelep banget, belum lagi kalo masih di area hutan. Alamaaaakkkk… Gak kebayang deh!

Waktu ketemu saung di tengah-tengah perjalanan, saya berenti sebentar. Disana udah ada 2 pendaki yang sedang istirahat. Ngobrol-ngobrol sebentar ternyata salah satu dari mereka ada yang kesleo kakinya. Jadinya mereka memilih istirahat di pos bayangan itu lebih lama. Berhubung waktu udah lumayan sore, saya mutusin melanjutkan perjalanan. Kali ini saya gabung sama pendaki lainnya. Ada Anggun – Galang dari Mataram, Mas Dimas – Mas Hero dari Jakarta dan Mbak Putri yang jadi presenter JP. Selama perjalanan turun, kami cerita ngalor ngidul, ketawa-ketawa, dan gak kerasa udah sampe aja di Pintu Masuk ke TNGR. Waktu itu udah nunjukin pukul 05.00 WITA. Bobi dkk udah nyampe dari jam 4-an tadi. Hhii. Cepet amat ya mereka jalannya (eh, lari ding!). Saya langsung makan mie rebus + minum the manis hangat. Alamak. Nikmat benerrrr. Secara terakhir kali makan jam 9 pagi , belum lagi track di Senaru yang bener-bener astajim! >.<
 
Perjalanan udah selesai? Eittss..Kata siapa udah selesai. Kami masih harus jalan sekitar 30 menitan untuk mencapai pos pendaftaran. Kali ini lebih ke jalan  di desa-desa dan kami jalan bareng-bareng (mereka ngalah gak lari, hhe).  Gak jarang, kami ketemu sama rumah penduduk. Setelah setengah jam berjalan akhirnya sampai juga kami di pos pendaftaran. Huuuaaaahh. Alhamdulillah J . Masalah muncul lagi, kami belum ada transport buat turun ke Bangsal. Kendaraan – kendaraan pendaki lain udah full ! Mau gak mau kami mesti bermalam di pos ini dulu. Tapi, sekitar pukul 21.00 WITA berita baik muncul . ada tumpangan dari anak Jakarta dan sekitar pukul 01.00 WITA  kendaraan baru datang. OK! Masih ada waktu buat tidur!

Pendakian Gunung Rinjani selesai sudah! Alhamdulillah buat semuanya! Thanks GOD, thanks all.

Senaru bener-bener EDAAAANNN!!!

Thanks Bobi Nofrizal , Jessie Jean, M.Aulia Alwan, Kak Siska
Ayo kita serbu lagi gunung-gunung lainnya. 
Next year Tambora + Semeru yaaa.. :)




  
03.00 WITA kami  (saya, Bobi, Jessi, Ulik) sampai juga di Pemenang. 2 jam perjalanan yang melelahkan dari Senaru.  Suasana bener-bener sepi pi pi pi di perempatan Pemenang,secara masihdinihari gitu. Kami diturunin di perempatan Pemenang dan kami lupa nanya mesti ke jalan yang mana kalo mau ke pelabuhan Bangsal. Alhasil kami terlunta-lunta disana beberapa menit. Ada kali sekitar 30 menitan. Mana mata ngantuk belum sempet tidur nyenyak, carier berat , cocok banget! Belum lagi setelah baju saya yang sangat ga pas. Celana piyama gambar boneka warna pink + putih, kaos coklat lengen panjang, carier, sandal gunung. Kalo diliat orang-orang mungkin bakal pada mikir “ini orang dari mana sih? Dandanannya ga matching banget”.  Bodo amat deh pikiran orang-orang. Yang jelas saya udah capek. Pingin tidur.!!!

Lanjut ke Pemenang, saya-ulik-jessi duduk di depan ATM (bagian yang paling saya suka . DUDUK. Carier berat gara2 packing kilat). Dan  Bobi mondar-mandir nyari toilet (*dia ‘kebelet’ secara selama di Gunung Rinjani dia ga ba* .hhe). Gak berapa lama, ada orang naik motor. Dan langsung aja Bobi nanya arah kalo mau ke Bangsal harus ke mana. Diliat dari setelannya sih, bapak+ibu ini mau ke Masjid yang searah sama tujuan kami. Bobi langsung tancap duluan, sementara kami bertiga masih duduk di depan atm tadi. Aseli. Hoream pisan mau melangkahkan kaki. 5-10 menit abis Bobi jalan, akhirnya kami jalan. Awalnya kami bertiga jalan bareng. Tapi berhubung kaki saya udah males pisan buat jalan, akhirnya saya jadi yang paling belakang. Jarak saya – ulik_jessi udah jauh. Mungkin mereka udah sampe Bangsal.-___-" Oh God!Mana jalan gelep - sepi. Yang ada Cuma lolongan anjing aja. Ehhmm dan tentunya si empunya suara. Guess what?!! Ada anjing muncul dari belakang pohon gede. Bikin jantung deg2an aja anjingnya. Langsung aja saya keluarin headlamp saya dan saya arahin ke anjing-anjing tadi. Untungnya mereka jalan ke arah yang berlawanan sama saya. Fiuuhh.. Lega. Dalam pikiran saya tadi, kalo mereka nyerang saya, saya udah siap ngelemparin SEPATU GUNUNG yang saya tenteng ke mereka. Kalo ga berhasil juga saya lemparin deh CARIER saya ke anjing-anjing tadi. Kalo ga berhasil juga? LARI + TERIAK ! hhaaa . Ga berapa lama dari tempat munculnya para anjing tadi, saya ketemu Bobi. Oh men! Dia masih nyari toilet aja. Dan yang saya tau selanjutnya di Bangsal itu ga ada toilet umum, kalopun mau be*l disuru be*l di sungai (hhiii) and finally Bobi ‘nahan ‘ sampe Gili Trawangan.

Sampe di Bangsal sekitar pukul 04.00 WITA. Jessi-Ulik udah di posisi masing2. Jessi tiduran di kursi panjang, Ulik duduk di kursi jagain HP yang di charge, Bobi mesen makanan di warung yang masih buka (udah kebelet masih aja makan, ckck). Dan saya? Duduk di kursi kayu di bawah pohon sambil nikmatin view pantai dan beberapa pulau Gili di seberang sana. Nice view! Lampu, laut, pasir, dermaga, kapal, bulan purnama. Perpaduan yang pas banget!
setelan pakaian saya yang gak banget .  -___-"

Well.. Rencana awal, kami nunggu kapal yang mau ke Gili Trawangan sekitar jam 9 pagi. Tapi akhirnya kami nyarter kapal yang sebelumnya nganterin penumpang subuh-subuh ke Bangsal. Setelah nego, akhirnya kami nyarter kapal seharga 150ribu sampe Gili Trawangan. Gak tau deh kalo ukuran nyarter termasuk mahal apa murah. 150 ribu itu kami bagi 4 (sekitar 40 ribu-an).

Perjalanan sekitar 20-30 menitan. Untung aja arus lagi tenang. Jadi kami gak ada yang mabok.. Hhee.. Begitu sampai di Gili Trawangan, waktu udah nunjukin pukul 05.00-an WITA. Langsung naro carier di gazebo samping kantor polisi di Gili Trawangan (setiap tamu mesti lapor ke pos dulu dan bayar tiket seharga 1000 rupian). Duduk di pinggir pantai nungguin sunrise sambil nikmatin view Gunung Rinjani di kejauhan. Baru 2 hari yang lalu saya berada di titik tertinggi pulau Lombok dan sekarang saya ada di pantai. 2 titik yang ngejomplang banget. Dan semua itu kayak mimpi saya setaun lalu. Gunung Rinjani – Gili Trawangan. Thanks GOD! 
gunung rinjani di kejauhan




Warna jingga udah muncul di kejauhan, perlahan matahari keluar dari peraduannya. Tapi mataharinya masih ketutupan sama Gunung Rinjani. Jadi saya Cuma bisa liat semburat-semburat sinar matahari aja dari sini. Berhubung matahari nya kelamaan keluar, saya – jessi mutusin buat pergi nyari penginapan, tentunya penginapan yang murah..hheee.. 30 menitan nyari dan kami gak dapet penginapan. Kalo gak penuh – ya harga nya yang kemahalan. ZZzzzzzz.. Akhirnya kami balik ke gazebo tadi. And you know what? Matahari udah muncul. Dan itu bagus banget. Langsung saya abadiin lewat camdig saya. Gantian Bobi yang nyari penginapan dan saya tidur sebentar di Gazebo, finally.

Sekitar pukul 09.00 WITA kami bareng-bareng nyari penginapan sambil bawa carier kami. Masih aja belum dapet penginapannya. Nanya sana – nanya sini, jalan terus ke bagian belakang pulau, akhirnya kami dapetin juga penginapannya. 200 ribu rupiah satu kamar buat ber-empat. Legaaaa. Langsung beres-beres dan saya jalan keluar penginapan nyari Laundry baju (cukup mahal laundry disini, awalnya Rp 25.000,- tapi saya tawar jadi Rp 15.000,- Biarin deh mahal juga, daripada saya mesti bawa baju kotor sampe Bandung ) + sarapan (buat sarapan saya beli Nasi Campur seharga Rp 10.000,- dan itu kenyang banget.Isinya nasi,tempe,ayam, ikan, sayur, telor) . Waktu saya balik ke penginapan, anak-anak udah pada mandi dan tentu sajaa menunggu kedatangan saya yang ngebawa sarapan buat mereka.. Abis sarapan, semua orang langsung tidur. Aseli. Badan capek banget rasanya. Akhirnya tidur sampe jam 12-an dan waktu saya bangun mata saya bengkak + pusing banget kepala rasanya. Kayaknya mata saya bengkak gara-gara saya kurang tidur, secara dari hari sabtu pagi sampe minggu pagi saya baru tidur sekitar 1.5 jam, belum lagi kondisi badan yang capek. Huufhhh..


Ternyata kiki, manda, ardhan, jajay, agil, (rombongan yang nyusul kami ke Lombok) udah sampai Gili Trawangan. Langsung deh mereka menuju ke penginapan. Istirahat sebentar kami langsung jalan-jalan sore. Kami jalan-jalan di pinggir pantai sambil nungguin sunset. Gak jarang kami juga ngelewatin café + resto di Gili Trawangan. Alamak. Makanannya melambai-lambai minta di makan. Segala jenis seafood ada. Tapi ngeliat harganya, dengan tegas kami tolak lambaiannya. Mahal.  Hikss.. Yang jelas, 90% pengunjung café nya itu wisatawan asing alias para bule. Aseli. Wisatawan local Cuma beberapa aja. Kami serasa jadi turis di negeri sendiri. Selama perjalanan juga kami nemuin beberapa tempat buat latihan diving, penginapan2 yang bagus, dan tempat dinner yang menurut saya itu so sweet banget. Aseli. Bikin mupeng banget itu. :’(







sunset 
Well. Lepas dari itu semua, kami sampe juga di tempat yang kami anggep PAS buat menikmati sunset. Nd bener aja, sunset dari sini bagus gus gus gus. Sayangnya kami ga ngeliat matahari bullet yang tenggelam, tapi ada awan di depannya. Hmm.. Tapi gpp deh. Lumayan.

Matahari baru aja tenggelam, tpi para penikmat sunset selain kami udah langsung pergi dari tempat itu dan yang kami tahu belakangan ternyata tempat itu agak ‘mistis’. Pantesan aja pada ngacir semua orang-orang waktu udh gelep.. Ternyata ehh ternyata..  -_-‘
Kami langsung pindah haluan nyari tempat makan sambil ketemu sama Kak Siska. Dan kami semua ditraktir kak Siska. *sikasiikk.. Abis makan kami duduk-duduk di pinggir pantai. Ngobrol ngalor ngidul sambil nikmatin sang bulan + suara deburan ombak. Juaraaa pisan!!! Sayangnya saya + kiki Cuma tahan sampe jam 00.00 WITA. Kami berdua balik ke penginapan dan langsung tidur. Saatnya tidur di kasur empuk,setelah berhari-hari tidur beralaskan matras.. hhee

Besok paginya (18 Juli 2011), kami siap-siap buat check out. Sekitar jam 10.00 WITA kami pulang ke Bangsal. Dadaaaahhh Gili Trawangan, 30 jam yang menyenagkan di Gili Trawangan.
*fyi : di Gili Trawangan ini gak ada kendaraan bermotor. Adanya Cuma sepeda + delman (ehhmm.. Gak bisa disebut delman juga sih, yang jelas kendaraan bertenaga kuda, biasa digunain buat ngangkut barang2).


 see you next time Gili !!!
Masih di hari yang sama , kami ngelanjutin perjalanan muter-muter Lombok. Begitu sampai Bangsal, kami langsung menuju Pemenang naik delman. *Lumayan menghemat tenaga. Untuk sampai ke Senggigi, kami naik angkot. Selama perjalanan, kita bakal disuguhin pemandangan pantai - laut yang kalo kata saya BAGUS banget! Serasa di abu dhabi kata anak2 (padahal saya yakin mereka juga belum pernah ke sana, hhe). Yang jelas kita serasa di luar negeri. Jalan raya nya, pantainya, pasirnya, warna lautnya mulai dari biru tua, biru muda, hijau tua, hijau muda, macem2 deh pokoknya.  hhiii

Tujuan awal kami adalah SENGGIGI. Waktu sampe Senggigi, kami ga terlalu excited. Dibanding sama Gili, masih bagusan Gili (menurut saya). Jadinya aja kami di sana cuma 15 menit-an. Ohiya, di Senggigi ini kami udah janjian sama mobil yang kami carter buat nganterin kami keliling2 dengan harga carter-an Rp 300.000,-. 

Berhubung perut udah keroncongan, kami lanjutin perjalanan buat nyari makan siang. Sebelumnya kami mampir dulu di Pasar Cakra buat nyari oleh-oleh. Lalu kami segera tancap ke daerah Lombok Selatan yaitu Pantai Kuta dan Tanjung Ann.

Tadinya saya + kiki berencana nginep di daerah Kuta 1 malam sebelum balik ke Bandung. Tapi mengingat perjalanan ke Kuta sendiri lumayan jauh ditambah daerah ini termasuk daerah sepi kami urungkan niat kami dan akhirnya ikut rombongan yang mau balik ke Bandung malam itu juga. 

Kembali ke Tanjung Ann. Begitu turun dari mobil, saya bener2 takjub ngeliat Tanjung Ann yang bener2 bersih. Mana waktu itu pengunjung Tanjung Ann cuma rombongan kami dan 1-2 pengunjung lainnya. Serasa milik pribadi deh pantainya. Pantai di Tanjung Ann ini sedikit beda dari yg lainnya. Besarnya sebesar merica dan belakangan ada yang bilang pasirnya itu sama dengan fosil. Tau itu fosil aye bawa deh. -___-"

Di Tanjung Ann ini ada semacam bukit karang kecil, yang dari atas sana kita bisa ngeliat pemandangan sekitar. Ih waaaww... bagus banget pemandangan di sini. Tapi kita mesti hati2 mengingat angin di bukit ini cukup kencang.


Bukit Karang kecil

Tanjung Ann dari atas bukit

serasa milik sendiri pantainya :)

Udah puas dari Tanjung Ann, kami langsung pulang. Ulik - Jessi yang turun di Lembar dan sisanya ke rumah Bang Anto (kalo ga salah) buat numpang truk sampe Surabaya. Lumayan ngehemat kalo kata anak-anak. Ya saya ngikut mereka aja. Berhubung sesuatu hal, kami ga jadi numpang truk dan akhirnya pindah haluan ke Lembar sekitar pukul 01.00 WITA.

di kapal menuju Padang Bai


 Dadaaaaahhh Lombok. 7 hari yang menyenangkan.. :)





istana kebanggan kami, SMA Negeri 3 Semarang

ES CONELO


Jangan piker es conelo ini nama ice cream. Jauh dari yg namanya makanan. Yang bener es conelo itu singkatan nama kelas waktu kelas XI, XI IA 1 lebih tepatnya.  Berawal dari bbm-an sama ochy yang saya udah 2 taun lebih ga ketemu, akhirnya diatur jadwal buat kumpul kecil-kecilan Es.Conelo.

Di hari H, saya berangkat bareng Nana dari Tembalang. Aaaaa.. It`s so long time no see you, Na! J . Sekitar 30 menit-an baru sampe di SMAGA, mampir dulu ke Gramed Pemuda sebelum ke Kantin-nya SMAGA. Aselinya, saya kangen makanan di kantin smaga. Nasi gudeg, nasi badak, soto, es blewah, roti bakar, tahu bakso, biting, mendoan, dll. Dan semua itu harga nya ga ada yang berubah. Masih harga waktu saya SMA dulu.

Abis dari kantin kami mampir dulu ke Aula SMAGA, waktu itu anak2 kelas X lagi dikumpulin disana buat pengenalan ekskul2. Kesan waktu ngeliat siswa kelas X, wajah mereka masih polos-polos. Masih wajah baru lulus SMP..:) . Jadi inget 5 taun yang lalu, waktu pertama kali jadi siswa baru di Smaga, hiii. Wajah saya juga begitu kali yaa.. hhee.. Saya jadi ngeliat diri saya dan temen2 SMA kalo ngeliat wajah2 mereka. DEJAVU.  (aaaa…kangen jaman SMA!)

Selain anak2 es conelo saya juga sempet ketemu sama pempi, rendra + moki. Jarang-jarang nih ketemu sama mereka, hee.  Orang-orang sibuk semua. Apalagi rendra+moki. Mereka di Akmil sekarang. Dan kalo mereka pesiar, belum tentu saya lagi di Semarang. Untung kemaren sempet ketemu sama mereka. J
balai kota dari lantai 3 SMAGA

 
bareng calon perwira. yee.. masih item-an kamu rend..:D
jembatan biru, 
Dari SMAGA kami tancap ke Mall di seberang sekolah. DP MALL. Mall jaman SMA. Mall nya ini persis ada di sebelah Balkot (Balai Kota) dimana Balkot ini ada di depan SMA kami. Gak banyak yang berubah disana. Foodcourtnya. Seperti biasa. Selalu ramai. Pilihan makanan pun ga jauh beda sama jaman SMA saya dulu. Ga kerasa waktu udah jam 15.00-an WIB. Kami pulang ke rumah masing-masing. Thanks guys buat satu harinya. Cukup menostalgilakan masa-masa SMA saya. J
 


Sepeda Onthel.
Bermula dari tweet akhirnya ditentuin kumpul anak-anak  SO hari Senin. Dan taraaaaaaaa.. Hari Senin malam saya mesti balik ke Jatinangor. Mau ga mau saya Cuma sempet ikutan kumpul di Smaga. Sementara yang lainnya lanjut makan siang bareng, saya mesti balik ke Tembalang, mengingat saya belum packing. L  Even it`s just 30 minutes, I was very happy meeting with you guys.

OK! Cerita saya di Semarang selesai! Saatnya bercerita tentang Lombok.. J
Postingan Lama Beranda

About Me

Foto saya
deem
Dyah. Geologist. ALSTE 2009. HMGUNPAD. Love traveling. Live your life!
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • My 2nd Pregnancy
  • ►  2021 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (7)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2017 (9)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2016 (6)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2015 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2014 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2012 (17)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2011 (33)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (4)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2010 (80)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (10)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  September (2)

Popular Posts

  • (Review) Beberapa Vendor Pernikahan di Bandar Lampung
  • My 2nd Pregnancy
  • Dewi Wara Sembadra
  • MIMPI itu GRATIS
  • Dari Pulau Tanjung Putus sampai Pulau Pahawang

Copyright © 2016 Catatan Deem. Created By OddThemes & Distributed By MyBloggerThemes