Catatan Deem

Cerita ini lanjutan dari postingan saya sebelumnya (baca disini) mengenai perjalanan saya Desember 2013 lalu. Setelah kami menempuh nyaris 24 jam perjalanan darat dari Bandung - Banyuwangi, akhirnya kami sampai juga di rumah tante saya, di Ketapang, tepat sekali di belakang Selat Bali dan sangat dekat dengan Pelabuhan Ketapang. Setibanya di sana waktu sudah menunjukkan sore hari. Kami langsung bersih-bersih dan malam itu perut kami alhamdulillah kenyang dengan makanan yang disajikan oleh sepupu saya. Makasih Dek Tanti 😃

Taman Nasional Baluran
Keesokan harinya kami bangun pagi-pagi sekali. Setelah selesai sarapan, kami langsung bersiap-siap ke Taman Nasional Baluran. Waktu itu kami naik angkutan umum untuk sampai ke Baluran. Perjalanan waktu itu memakan waktu sekitar 30-45 menit. Setibanya di Baluran kami langsung mengurus tiket masuk ke Baluran. Lokasi taman nasional nya sendiri sebenarnya masih jauh dari gerbang Baluran. Kalau bawa kendaraan pribadi enak sih, tinggal masuk aja tapi kalau gak ada kendaraan pribadi kita masih bisa sewa ojek untuk masuk ke dalam.

Perjalanan ke dalam pun cukup lama tapi sepanjang jalan kita disuguhkan view hutan,tanaman-tanaman bahkan kami menemukan segerombolan kupu-kupu di jalan. Kata Bapak Ojek kupu-kupu nya bisa lebih banyak kalau lebih pagi. Biasanya kupu-kupu akan bergerombol di jalan yang ada kubangan air nya dan bakal langsung whuuussss terbang kalau ada kendaraan yang lewat. Pingin mendokumentasikan pas kupu-kupunya terbang apadaya kamera nya tidak mendukung, hiksss. 
Itu sebenernya ada kupu-kupu nya
Pohon xx

Begitu kita menemukan savana, mampirlah ke savana tersebut. Savana tersebut terkenal dengan nama Savana Bekol. Di sekitar savana itu pun terdapat penginapan yang disewakan. Sebenernya pingin tinggal di situ cuma waktu itu udah full. Huhuhuu.. Selain itu ada juga menara pandang untuk melihat pemandangan dan siapa tau bisa liat satwa liar di sana. Ohiya, jangan lupa untuk take a photo soalnya di savana ini view Gunung Baluran bisa terlihat jelas. Taman Nasional Baluran ini juga terkenal sebagai African van java. Iya juga sih, kalo lagi kering banget savana nya bakal warna kecoklatan dan mungkin ini yang bikin sensasi Afrika nya makin jadi. 

Bekol 
Gunung Baluran
View dari menara pandang
Dari Savana Bekol saatnya menuju Pantai Bama yang berada di timur daerah taman nasional. Di sana banyak hutan mangrove nya, jadi kami juga sempatkan buat main-main ke hutan mangrovenya. Akar mangrovenya gede-gede brooo!!! 😤 Sepanjang perjalanan menuju Bama, kita bakal nemuin banyak pohon XX (saya lupa namanya) seperti gambar di bawah ini, kayaknya sih masih serumpun dengan kelapa (mungkin). Kalau lagi beruntung, kita bisa nemuin kerbau ataupun banteng di habitat aslinya. Beruntungnya saya masih ketemu banteng pas di sana. Tapi itu juga dari kejauhan dan di foto pun mesti di zoom sampe mentok baru keliatan. 😌
XX
Ketemu Banteng (poto zoom berkali-kali)
Kalau mau beristirahat, di Bama ada penginapan, mushola dan kantin yang jadi tempat kami santap siang.Tapi sayangnya disana kali monyet yang berkeliaran bebas dan gak jarang mereka usil. Jadi mesti waspada ya kawan kawan. Kami lebih banyak menghabiskan waktu di sini soalnya adem banyak pohon-pohon. Hahaaa. Tapi begitu udah sore, kami langsung tancap pulang sambil mampir di Savana Bekol lagi. Heheee. Terimakasih Baluran!!!!!  
Bama Beach

Mangorve


 Mission completed : Baluran.

Sambil nunggu bus langitnya bagus!



When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve (Paulo Coelho - The Alchemist)
That beautful quote (for me) is locked in my brain and heart. Like what I felt in the end of 2013. After had really really busy days for almost a year, I needed a sweet escape. Something different from my last journey, not too far, no solobackpacker ( I needed friends in this sweet escape) and could spend new year eve in somewhere. And Thanks Rabb, I was not lonely again in this escape, I had mates, Non Putu and Teh Khalida. Non Putu is a friend of mine, I know her since I was in my first year in my college and Teh Khalida is Non Putu`s friend.  

Actually, we made the itinerary just from chatting, I - who was in Lampung and Non Putu - who was in Bandung, were separated by Sunda Strait. We arranged our journey by phone. After had a good itinerary (fyi : we went to EAST JAVA for exploring some national parks there and wanna spent our New Year Eve in Dien), we were confused about the transportation. Yeah, our holiday was coincide with long holiday for celebrating New Year Eve. Suddenly, all of the train ticket was sold out whereas the train was the cheapest public transportation. Because we did not want our holiday was cancelled, we tried another public transportation - and our choice was BUS (we needed to spent more money for the ticket, but it`s OK considering there were none choice for us). So, hello EAST JAVA! :)

***
Like what Paulo said that universe conspires in helping you to achieve, our journey by bus was totally amazing. I was really amazed with the view - sunrise, sunset, mountain, sea were the scenery I`d seen during my journey. Whereas the weather in the west of java was always rain, but in East Java there were no rain. Thanks Rab :).

I wanna share about our journey not in detail in this post, later I will post specifically about every places I had been visited.

The main thing is having journey with new people making different stories too, like how non Putu always bring her make up everywhere we go :* , Teh Khalida who get fever in the journey, I - who hiked to the Mt. Prau without both of them, joined with another team - wanted to see first sun in 2014 but I just see mist every where, and we went to Bali just for having a breakfast then went back to Banyuwangi after that. Hihiii

Thanks to both of you Non Putu Teh Khalida .
Let`s get lost again :)

with Non Putu, Yeay, MAAR`s girls explored East Java! :')

Teh Khalida dan Non Putu

Masjid di salah satu daerah di Banyuwangi

Postingan Lama Beranda

About Me

Foto saya
deem
Dyah. Geologist. ALSTE 2009. HMGUNPAD. Love traveling. Live your life!
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • My 2nd Pregnancy
  • ►  2021 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (7)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2017 (9)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2016 (6)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2015 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2014 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2012 (17)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2011 (33)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (4)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2010 (80)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (10)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  September (2)

Popular Posts

  • (Review) Beberapa Vendor Pernikahan di Bandar Lampung
  • My 2nd Pregnancy
  • Dewi Wara Sembadra
  • MIMPI itu GRATIS
  • Dari Pulau Tanjung Putus sampai Pulau Pahawang

Copyright © 2016 Catatan Deem. Created By OddThemes & Distributed By MyBloggerThemes