Catatan Deem

Dua tahun yang lalu saya menghabiskan akhir tahun di Gunung Lawu . Setahun yang lalu di Gunung Gede. Hmmm.. Tahun ini kemana ya enaknya? Setelah gonta ganti rencana, akhirnya disepakati lah kami akan menghabiskan akhir tahun di Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Full Team (Jamjam - Andi - Wenty - Saya - Mas Danar - Yadi)
Pilihan jalur yang akan kami lewati adalah via Bambangan. Dan tepat tanggal 27 Desember 2012, kami dari berbagai kota (saya dari Jogja, Andi-Jamjam-Yadi dari Bandung, dan Wenty-Mas Danar dari Jakarta) berangkat menuju kota Purbalingga. 

Untuk mencapai Bambangan sendiri, dari kota Purwokerto/Purbalingga bisa menaiki Bus 3/4 Jurusan Bobotsari sampai Pertigaan Serayu, dilanjutkan dengan mengendarai mobil jenis Carry atau pick up dari Pertigaan Serayu sampai ke depan basecamp. Sebelum menuju basecamp,kami sempat bersilaturahmi dengan KSMPA Titik Nol Fakultas Teknik Unsoed. Well. Terimakasih atas jamuannya :) (Thanks to rekan Geologi Unsoed juga buat semua-muanya)
Basecamp Bambangan
Ketika tiba di basecamp waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Kami memutuskan untuk menginap di basecamp satu malam dan keesokan harinya baru akan memulai pendakian. Jujur saya lebih suka pendakian pagi daripada pendakian malam ya kecuali waktu summit attack ya :) (Aselinya mah pingin menikmati view selama pendakian plus kalo udah sore sampai malam, biasanya hujan akan mengguyur Gunung Slamet.). Untuk mendaki Gunung Slamet ini kita harus membayar biaya pendafaran sebesar Rp 5.000,- di basecamp Bambangan. 
Tim MAAR Geologi Unpad
Basecamp (1575 mdpl) - Pos 1
Keesokan paginya (29/12) tepat pukul 06.42 WIB kami segera mengawali pendakian ini. Diawali dengan doa kami berangkat menuju Pos 1 yang jika cuaca cerah shelter di Pos 1 bisa dilihat dari basecamp. Berjalan sekitar 5 menit kita akan sampai di Pintu Masuk / Pintu Rimba dan disebelah kanan pintu rimba ini terdapat Pondok Pemuda, sebuah bangunan yang biasa digunakan pendaki untuk menginap (selain basecamp). 

Dari pintu rimba ini, belok ke kanan dan ikuti jalan setapak. Jalan setapak ini merupakan jalan yang biasa dipakai oleh warga lokal untuk pergi ke kebun mereka. (fyi : selama 20 menit perjalanan kita akan melewati perkebunan warga). Lalu kita akan menemukan sebuah lapangan di ujung jalan. Dan dari sini jalan sudah mulai menanjak. Perjalanan dari basecamp ke Pos 1 ini merupakan perjalanan yang paling panjang dibanding perjalanan ke pos-pos lainnya. 

Trek menuju Pos 1

Lapangan Bola
Pos 1 (1935 mdpl) - Pos 2
Di pos 1 ini terdapat sebuah bangunan yang bisa digunakan pendaki untuk istirahat. View dari pos 1 ini juga tidak kalah bagusnya dengan pos 5 atau pos 7. Sewaktu sampai di Pos 1 ini kami sempat terkena hujan bawaan kabut. Lumayan deres waktu itu. Sehingga kami istirahat lumayan lama di pos ini. Menuju Pos 2, jalanan makin terjal. Sekarang akan sering dijumpai akar sebagai pijakan. Pohon-pohon yang makin tinggi menjulang ke atas, lumutan dan lembab. Dari pos 1 inilah start kita memasuki hutan. 

Pos 1
Perjalanan Pos 1 ke Pos 2
 Pos 2 (2220 mdpl - Pondok Walang) - Pos 3
Di pos 2 ini merupakan tanah datar dan lapang, cukup untuk memuat 5-7 tenda. Perjalanan menuju Pos 3 sedikit lebih ringan dibanding perjalanan dari pos 1 - pos 2. Trek sedikit lebih landai. Lumut makin tebal. Gak tau kenapa, pendakian sekarang ini terasa lebih ringan (hmm.. mungkin karena saya cuma membawa daypack 30 L ya, mengingat pendakian sebelumnya saya selalu membawa keril ukuran 45-65 L :( , jadi beban di pundak serasa lebih enteng, hhe )
Pos 2


Pos 3 (2465 mdpl - Pos Cemara) - Pos 4
Di pos 3 ini area tidak seluas pos 2. Mungkin hanya cukup 2-3 tenda. Trek selanjutnya yang akan kita hadapi tidak lebih berat dari trek sebelumnya. Di beberapa titik kita harus sedikit memanjat (nyium dengkul). 
Pos 3
Hmmm... Mantap!
Pos 4 (2635 mdpl - Pos Samarantu) - Pos 5
Pos  ini ditandai dengan tanah lapang yang muat untuk sekitar 4 tenda. Selain itu di pos ini terdapat pohon yang terbakar bulan Agustus 2012 lalu. Sepanjang perjalanan menuju Pos 5 dapat dilihat bekas kebakaran bulan Agustus 2012. 

Menuju Pos 4
Pos 4

Pos 5 (2775 mdpl) - Pos 7
Pos 5 ini sering digunakan sebagai tempat bermalam sebelum summit attack. Di pos 5 terdapat shelter dan sumber air. Kondisi keadaan sekitar lumayan gersang dan view dari Pos 5 ini lumayan bagus (tambah bagus kalo gak gersang). Perjalanan ke Pos 7 lagi-lagi ditemani oleh keadaan sekitar yang sangat gersang. 
Pos 5
Sumber Air di Pos 5

Pos 7 (2990 mdpl- Syamyang Kendit) 
Pos 7 ini merupakan option lain untuk bermalam sebelum summit attack. Disini juga terdapat shelter bangunan dan tanah lapang yang muat 5-6 tenda. Ketika tiba di Pos 7 baru kami ber-enam saja. Dan malam hari pendaki lain baru tiba di Pos ini. Selama perjalanan menuju pos 7 ini kita juga akan menemui beberapa tanah datar dan lapang yang bisa digunakan untuk bermalam. Total terdapat sektiar 15 tanah lapang.

Gersangnya keadaan sekitar
Pos 7
Puncak Slamet (3428 mdpl)
Tepat pukul 04.00 WIB dinihari kami memulai perjalanan menuju Puncak Slamet. Seperti biasa, trek menuju Batas Vegetasi atau Pos 9 lumayan terjal. Sudah dijumpai tanaman Cantigi dan Anaphalis Javanica sepanjang perjalanan. Trek menuju Puncak Slamet dari Batas Vegetasi adalah yang paling berat. Berbeda dengan Gunung Rinjani yang butirannnya relatif seragam, trek kali ini didominasi oleh butiran yang tidak seragam. Kami harus berhati-hati dalam berpijak. Belum lagi trek yang terjal. Kami harus berkutat dengan medan ini kurang lebih 1 jam lamanya. Dan tepat setelah berjalan 1 jam 25 menit dari Pos 7, kami tiba di Puncak Slamet. Alhamdulillah Ya Allah. Puncak ke sekian yang berhasil saya pijak :)
Mendaki Puncak Slamet
Menuju Bibir Kawah
View dari Puncak Slamet bener-bener luar biasa. Tampak di kejauhan Gunung Sindoro-Sumbing dan Gunung Ciremai berdiri dengan kokohnya. Belum lagi cuaca yang alhamdulillah cerah. 
Full Team
with Wenty


MAAR Geologi Unpad

Perjalanan turun cukup membuat dengkul tersiksa. Ahhh.. Dari dulu sampai sekarang. Saya lebih suka naik daripada turun :(
Ini nih yang bikin dengkul gemeter

Resume Waktu Perjalanan
1. Basecamp - Pos 1 : 1 jam 25 menit
2. Pos 1 - Pos 2 : 1 jam 10 menit
3. Pos 2 - Pos 3 : 50 menit
4. Pos 3 - Pos 4 : 40 menit
5. Pos 4 - Pos 5 : 25 menit
6. Pos 5 - Pos 6 : 17 menit
7. Pos 6 - Pos 7 : 18 menit
8. Pos 7 - Pos 8 : 5 menit
9. Pos 8 - Pos 9 : 15 menit
10. Pos 9 - Puncak Slamet : 1 jam 5 menit
(waktu sudah termasuk waktu istirahat selama perjalanan, tidak termasuk waktu istirahat di TIAP POS)
Note :
1. Bus Jogja - Purbalingga Rp 50.000,- (Bus Efisiensi, 4-5 jam)
2. Bus Jakarta - Bobotsari Rp 60.000,- (Bus Sinarjaya, 8-10 jam)
3. Bus Bandung - Wonosobo Rp 60.000 - Rp 70.000,- (Bus Sinarjaya dan Budiman, 7-8 jam)
4. Bus 3/4 Purbalingga - Pertigaan Serayu Rp 6.000,- (30 menit)
5. Carry / Pick Up Pertigaan Serayu - Basecamp Bambangan  Rp 10.000 - Rp 15.000,- (1jam)
Akhir kata Terimakasih buat anak Geologi Unsoed yang udah direpotin atas kedatangan kami ke sana dan KSMPA Titik Nol Fakultas Teknik Unsoed buat jamuannya :)
Bareng KSMPA Titik Nol Fakultas Teknik Unsoed

sebut saja kakak kedua. dengan dandanan rapper nya siap mengocok perut setiap orang *gara-gara ketawa trus*. kakak yang satu ini berkolaborasi dengan kang tody bisa banget mancing2 saya buat curhat. dan seingat saya paling sering "bernyanyi" di dalam tenda. hahahaaa..malem terakhir ngedongengin saya cerita2 kismis bareng nanta sampe saya ketiduran (atau pingin cepet tidur gara2 cerita2 kismis mereka?

sebut saja kang luk(i)man --> kata kakak kedua. kang luk(i)man ini kalo jalan paling cepet dan paling depan. *kuat banget si kang?!*. . waktu saya jalan di belakang akang ini, serasa mau lari saya gara-gara akangnya kalo jalan cepet. >.< .. tapi giliran  bangun paling siang + terus paling susah dibangunin. hhaa.. ayo-ayo k lawu lagi kang ngjain TA nya. aye ikut. hhe



kang tody. hobi poto-poto. waktu naik ke lawu lagi ga fit badannya. alhasil jadi tambah "meler" pas di atas. hmm.. selama perjalanan kang tody kadang barengan saya - kadang di depan juga. malam-malam sebelum tidur ngedongengin kismis juga bareng kakak kedua + nanta.


teh agata. satu-satunya temen ce` selama perjalanan ke lawu ini. berdua bareng saya jadi seksi dapur. kalo mau pip*s pasti barengan setiap pagi, sore, dan malam. * udah ada jadwalnya sendiri,,hhe* 
~makasih teteh~

nanta - sama2 maarmud bareng saya + ipang. fisiknya? bheeww.. jangan ditanya. kalo saya ada 10 jempol, 10 jempol deh buat dia. hha. kayak gag pernah capek aja. hhaa.. setia nemenin kakak kedua selama perjalanan. :)

ipang. beratribut kan raincover kuning *paling ngejreng*. kuat juga kayak yang lainnya. bawa tenda d tas mereka sambil meniti tangga satu persatu. paling sipp dalam membuat api sampe digelarin "raja api zuko".. hhaaa... 


makasi semua buat 4 hari nya .
ayo kita "naik" lagi.
tak terlupakan dh .

:)
Perjalanan ke Gunung Lawu kali ini diikuti 7 orang MAAR. 3 orang MAARmud + 4 orang MAARkot.
Tadinya ada beberapa anggota MAAR lagi yang mau ikut, tapi berhubung bentrok sama jadwal UAS, mau ga mau cuma bertujuh aja yang ikut.

28 Desember 2010.
Paginya para MAARmud (saya - ipang -nanta) UAS TI dulu. Pulang UAS langsung belanja logistik. Nyiapin makanan-pinjem alat sana-sini - packing - sekitar pukul 17.30 an saya pergi ke bunker (basecamp MAAR). Rencananya malem ini kami mau nginep di rumah kang Fajri soalnya jadwal kereta yang menuju Solo berangkat pagi. Pas di rumah kang Fajri packing ulang (lagi) sambil bagi-bagi logistik. Untung saya + teh agata logistiknya gag terlalu banyak ditambah lagi kami cuma bawa bahan makanan aja. hhe.. Tapi para lelaki bawaannya seabrek. Tenda-beras-flysheet-dll. Gag tau deh, encok mereka kambuh apa gag abis ekspedisi ini. hhii.. Selesai packing pukul 23.00-an. Langsung tidur buat perjalanan besok.

29 Desember 2010
Bangun sekitar jam 4an. Mandi (buat terakhir kali) sebelum naik ke Lawu. :p dan berangkat ke stasiun jam 5an. Sampe di Stasiun Kiara Condong udah banyak calo yang nawarin tiket, tapi untungnya kita udah beli tiket h-1 nya. Langsung menuju Kereta Pasundan sambil nyari tempat duduk. Keretanya kelihatan penuh banget, waswas gag dapet tempat duduk (gila aja berdiri sampe solo), nd alhamdulillah dapet juga tempat duduk di gerbong paling depan. Ya. Walaupun sedikit terpencar-pencar, yang penting bisa duduk aja. Kereta nya berangkat sekitar pukul 06.10 WIB nd berdasarkan jadwal bakal sampe di solojrebes jam 17.15.

Pagi-pagi udara  masih sejuk + gag terlalu rame, tapi udah siangan keretanya sumpek + banyak pedagang lalu lalang. Sumpek dah suasana di keretanya. Baju kebes ama keringet, belum lagi sempet kena ujan di jalan. Makin pengep + becek aja di dalem kereta. *pengalaman pertama naik kereta ekonomi. 

Sampe di solobalapan (gag jadi turun di solojebres) sekitar pukul 17.45. Tanya sana-sini (kang Lukman yang nanya, hhe) kita jalan dulu sampe perempatan. Lumayan buat pemanasan. baru nyebrang di lampu merah langsung dapet bus yang menuju ke daerah Tawangmangu. Denger-denger Tawangmangu itu kayak Lembang-nya Solo lah. Di dataran tinggi - ada tempat rekreasi.Tapi, pas udah mulai masuk daerah Tawangmangu, di jalan raya bener-bener peteng. Gag ada lampu pinggir jalan. Mana jalanannya berkelok-kelok + bus nya ngebut lagi. Untung aja supir busnya udah profesional. Kalo nggak, bisa-bisa tuh bus malah masuk ke jurang. >.< . Kalo kata orang, view di Tawangmangu bagus kalo siang hari - sayangnya saya sampe sana udah malem. Jadi yang keliatan cuma gelep gelep dan gelep.  Buat sampe ke Tawangmangu dari Solo dibutuhin waktu sekitar 1.5 jam. Sampe di terminal Tawangmangu sekitar pukul 19.30 WIB. Waktu itu, suasana udah sepi pi pi pi. Nd kami akhirnya naik mobil semacam elep buat sampe di Cemoro Sewu. Pos Pendakian di daerah Magetan, Jawa Timur. Dan lagi-lagi jalanan gelap gulita - tanjakan - sedikit berkelok-kelok. Waktu sampe di cemoro sewu cuma bisa bilang "atissss rek". Sumpah, bener-bener dingin + angin yang kenceng. Malem itu kami nginep di pos pendakian Cemoro Sewu. 
*catatan biaya 
kereta bdg-solo : 29rbu
bus solo-twgmg : 10rb (ac dari angin :p)
mobil kecil : 7 rb
total : 46 ribu

30 Desember 2010
Waktu itu bangun sekitar pukul 05.15 - di luar udah terang . Ngambil wudhu buat subuh-an dan bbbbrrrrrr.... airnya sedingin air es.. awalnya saya pingin mandi tapi berhubung dinginnya pake banget, saya urungin niat saya buat mandi. hhee

Siap-siap buat keberangkatan ke puncak lawu dulu dan start sekitar pukul 09.00 dari pos pendakian Cemoro Sewu

:)

Selama perjalanan sekitar 7 jam-an view di sana bagus-bagus. Batu-batunya, tebing-tebingnya, subhanallah bgt deh. :D
ada modelnya euy.. :)


Waktu ketinggian udah 2800-an, angin makin kenceng + kabut yang bikin jarak pandangan ke depan makin kecil. Pohon-pohon juga udah mulai berlumut + makin sering nemuin edelweis (sayangnya lagi gag berbunga :( )

Makin ke atas pula, makin sering nemuin tangga (*jalur cemoro sewu hampir didominasi semuanya sama tangga),, ini nih yang bikin boyok pegel. saya aja yang tasnya gag seberapa berat pegelnya boyok ini, apalagi para lelaki ya..? weitzz...4 thumbs up deh buat mereka. :)

sekitar pukul 16.00 saya + teh agata sampe d pos 5. D sana udah ada kang tody + kang lukman *mereka berdua cepet amat jalannya.. =.=* Sumpah. Dingin ngin ngin ngin, sampe hampir beku rasanya . brrrr.. Sambil nunggu yang lainnya ngangetin dulu di perapian *ada warung dari warlok lho d sini. * Abis itu langsung bangun tenda + beres2. dan tidurrr...
:)

31 desember 2010
Bangun pagi-pagi, keluar tenda, cuaca lumayan cerah. Ya walaupun kadang-kadang kabut dateng terus pergi lagi terus dateng lagi teruss...... (uknow lah). Di pos 5 ini, pemandangannya bagus banget. Serasa diatas awan deh..
anginnya bikin saya mau terbang .. 

*sebelum lanjut ke puncak

di atas langit masih ada langit lagi..
dari pos 5 ini, kita lanjut ke puncak lawu. hmm.. gag langsung ke puncaknya ding, tapi bangun tenda dulu di argo dalem. abis bangun tenda malah leyeh-leyeh di tenda sampe ujan pun dateng. Ok. Hari itu, batal ke puncak. Cuma d tenda aja kerjaannya sambil belajar sedimen *saya uas sedimen pas banget tgl 3 jan. .. :)

1 Januari 2011
Rencana awal mau bangun jam 00.00 1 januari 2011 sambil bakar-bakar sosis. Tapi, apa mau dikata, dari bertujuh gag ada yang bangun dan waktu saya bangun sekitar 00.12 WIB saya (ke)tiduran lagi.. hhaa. Yaudah aja,  bangun paginya sekitar jam 5-an. Keluar tenda masih dalam suasana berkabut dan gag bisa liat sunrise. saya + kang tody + teh agata langsung naek k puncak tpi ya itu tadi . gag ada sunrise. :(

Hari terkahir di Lawu dan sebelum turun, mampir dulu di puncak lawu -argo dumilah dengan ketinggian 3265 dpl. Subhanallah.. Dingin banget disana. 
bendera MAAR berkibar di puncak lawu.. :)

abis dari puncak lawu, kita langsung turun lewat jalur cemoro kandang. Tracknya tanah nd lumayan landai. Tapi perjalanan dari puncak ke cemoro kandangnya ini ada jalur yang lumayan ekstrem. Liat aja di bawah ini..


kabut tebel + angin yang kenceng
kalo dari jalur ini ada 4 pos kalo ga salah. bedanya di tiap pos ini gag ada warung yang buka alias tutup. kalo diliat-liat, pendaki lebih prefer lewat cemoro sewu.. sempet mendokumentasikan beberapa foto di jalur cemoro kandang..


pos 4 dri cemoro kandang



gaya dulu ah.. hhaa




Alhamdulillah. 
Perjalanan turun ditempuh selama kurang lebih 5 jam. Langsung balik ke nangor hari itu juga. dan tidur di kereta dengan kaki yang bergetar-getar.
hhee


sampai juga di pos cemoro kandang. :)

#bener-bener pendakian perdana 3000-an yang berkesan
#bulu mata sampe ber-es pas di puncak
#sukses bikin kaki pegel + betis tambah gede.
#makasi Ya Allah.. :)


adegan 1

"pa..pik mau taun baruan di gunung lawu sama anak2 pecinta alam"
itu adalah sms saya ke papa saya buat ngasitw (bukan minta ijin, :p ) kalo saya ada rencana taun baruan di gunung. 

"Ass. Ya. kapan? ceweknya ada berapa orang yang ikut?biaya berapa?segera kasitw bapak. wass"
tumben sekali papa saya langsung bilang YA. Buat dikasr kemaren aja mesti ngerayu beberapa hari dulu. Dan sekarang langsung di-acc. how lucky I am. :)

-------
adegan 2

(percakapan saya dan mama saya waktu mama saya dateng ke Bandung)

saya :"Ma, pik mau taun baruan di gunung lawu. Udah bilang bapak dan BOLEH", 

mama : "Gunung Lawu?Dimana itu?"

saya : "Di Jateng "

mama : " Bapak kok gag bilang mama ? Itu ujan lagi lebet2nya, ceweknya siapa aja yang ikut?!" (gag kompak bgt .. zzz ,)

saya : "uda. kemaren sms bapak.kan udah boleh ama bapak. ama mama pasti boleh juga lah. ya kalo ujan ngiup -  kata senior malah itu serunya. " --> (sedikit ngeyel + maksa)

mama : " bapak gag tau kalo itu gunung kali. sangkain bapak kamu mau ke LAUT bukan ke LAWU!" (waduw.. masa babe aye salah tafsir gitu ya..? jauh heii gunung dan laut.. zzz!!!)

saya : " yee. udah pik tulis kok gunung lawu. boleh yaa maa..? okok"

mama : " yaa. mama pikir-pikir dulu deh"

saya : "pokoknya boleh cup." --> maksa pake banget. :)

percakapan itu pun selesai gara-gara saya udah laper pingin makan malem. :)

------------
adegan 3

"Ma. Pa. Pik insya Allah jadi ke Lawu. Tanggal 28 berangkat " --> sms kali ini bener2 cuma pemberitahuan aja. seolah-olah saya udah diijinin buat naik. hhe.

"Ass. Ya. Biaya berapa? sms bapak. Nanti bapak kirim. Hati-hati"

langsung saya bales, 
"gag usah pa. masih ada uang hadiah triathlon kemaren. makasi bapake.."
(sedikit nyadar diri gag mau ngerepotin ortu)

--------
adegan 4

Babe calling
babe : "pik.. kapan berangkat? biaya berapa? "

saya : "besok selasa abis UAS, insya Allah. " 

babe :" hati-hati. besok senen bapak kirim Rp ------ buat ke lawu."

saya :" hah.. banyak amat..? kan uda ada uang "

babe : " ya buat pegangan kamu. sama ganti uang ke smg kmren."

saya : "makasi bapake...." (berhubung budget saya lagi super duper limit, saya terima aja kiriman bapake..) :)

-------

yak. 
2 hari lagi insya Allah berangkat. Belum packing. Belum lengkap peralatannya. Belum beli logistik. dan Belum - Belum lainnya. hahaha..#dudul banget aye. 

Dipikiran saya cuma ada ngebolang - ngebolang  - dan ngebolang.
UAS..?? hmmmm.... #no comment.
hhii

  • semoga cuaca gag begitu buruk
  • semoga Lawu ga ditutup buat pendakian
  • semoga kesehatan saya gag drop abis dari Lawu.
  • semoga kami selamat sampai nangor lagi
  • semoga UAS saya LANCAR.
  • amin.
;)


selamat hari jadi yang ke 3 MAAR.
tetap lebarkan sayapmu ke seluruh penjuru dunia.


waktu baca judul postingan ini pasti pada mikirnya geulis = cantik.. anda salah 99%,..
geulis kali ini adalah nama gunung yang ada d jatinangor, sumedang.

Setelah berhasil naik ke manglayang klik disini , akhirnya geulis pun saya daki juga. Ya walaupun gag setinggi ciremai,gede, dan gunung2 lainnya yang tingginya minta ampun, mendaki geulis bisa dijadiin spirit buat ndaki k gunung2 lainnya. sekalian olahraga kalo kata bung giring mah.
:)

berangkat sekitar pukul 17.00 WIB. Naik angkot cileunyi-sumedang sampe d tambang batu. Jalan terus sampe ketemu sungai di bawah. Turun ke sungai itu (sungainya lebarnya setengah meteran-lah), mesti nyebrang ke sisi sungai lainnya. Sebenernya nyebrangin sungainya gag susah-susah amat. Cuma buat turun ke bawahnya itu. Berhubung habis hujan deres, jalanan jadi becek+licin. Jadi mesti ekstra hati-hati.

Setelah nyebrang sungai, jalan menyusuri punggungan dari geulis. Di punggungan ini waktu udah maghrib. Jalanan setapak dengan sisi kanan jurang lumayan bikin kita mesti hati-hati. Terus kita motong jalan manjat punggungan geulis. Awalnya masih  terkendali. Tapi makin ke atas, makin licin aja medannya, berhubung saya ada di bagian belakang, saya dapet sisa-sisa pijakan yang udah dipijak beberapa orang (jadi licin !). Berhubung lagi tracknya sekitar 80 derajat-an,, saya gunain aja dengkul saya buat berpijak (udah kayak merangkak aja deh waktu itu)! Waktu udah nemuin tempat yang datar buat istirahat, istirahat sebentar. Tampang pdl saya waktu itu bener2 kumel,kotor,basah. :D

udah istirahat bentar, lanjutin lagi perjalanan. kali ini saya ambil posisi agak depan. track nya masih sedikit manjat, terus ketemu jalan menanjak (lagi) yang banyak batunya. waktu di jalan ini, saya bareng kiki,david,bung giring. Bung giring paling depan berhubung bung nya yang nyari jalan.

Abis lewat track batuan ini, jalanan gag seberapa menanjak. Menyusuri punggungan lagi sampai akhirnya jalanan bener-bener *manjat*. Sebenernya kalo gag licin gag perlu manjat sih, tapi berhubung licin dan daripada saya jatoh ke belakang, saya berjalan udah kayak manjat aja. Pegangan kanan-kiri gag tau apa yang dipegang, yang ada  di dalem pikiran saya, jangan sampe saya jatuh ke bawah. Alhasil, pas nyampe atas, tangan saya lecet2 semua. :l

Di track kali ini , david-kang giring naik duluan, (tadinya saya bareng merka, berhubung kang giring jalannya cepet, saya akhirnya nunggu kloter brikutnya). Waktu itu, sekitar jam 19.30an, saya duduk sendiri di pinggir jalan setapak itu, sambil terus manggil2 nama temen saya yang d bawah. Cuma keliatan cahaya senter temen saya. Lumayan ada 5 menit-an saya sendirian, dan kloter kedua dateng juga. 

Dan kamipun sampe di atas sekitar pukul 20.30 WIB.
pakaian udah basah-badan menggigil kedinginan-bantuin ngebangun tenda. Akhirnya tenda berhasil  dibangun. Langsung aja kita ganti baju dan badan kembali hangat . 

Beres-beres tenda, langsung gelar sleeping-bag. langsung mengahangatkan diri di dalam sleeping bag.Oiya, sempet poto-poto dulu di dalem tenda.
narsis dlu sblum tidur..
Sambil tidur-tiduran dan kami (para wanita) hampir tidur. Dateng aja benjo yang nysuul bareng kang eka. 

Add caption

sunrise... :)


Postingan Lama Beranda

About Me

Foto saya
deem
Dyah. Geologist. ALSTE 2009. HMGUNPAD. Love traveling. Live your life!
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • My 2nd Pregnancy
  • ►  2021 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (7)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (2)
  • ►  2017 (9)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2016 (6)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2015 (8)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2014 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2012 (17)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2011 (33)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (4)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2010 (80)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (10)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  September (2)

Popular Posts

  • (Review) Beberapa Vendor Pernikahan di Bandar Lampung
  • Salam 2013 dari Desa Tertinggi di Pulau Jawa (Gunung Sikunir, Desa Sembungan)
  • My 2nd Pregnancy
  • Pasir Timbul, Pantai Sari Ringgung, Lampung
  • Dewi Wara Sembadra

Copyright © 2016 Catatan Deem. Created By OddThemes & Distributed By MyBloggerThemes