34 Jam Menuju Kerinci (Kerinci part 1)

Kalimantan atau Sumatera?
Ada ajakan dari teman untuk keliling Borneo satu bulan lamanya dan bakal menghabiskan lebaran di pulau seberang itu. Awalnya saya sangat sangat berminat, tetapi ada ajakan lainnya untuk mendaki Atap Sumatera di bulan September. Oh men, saya gundah gulana. Mikir sana mikir sini, akhirnya saya putuskan untuk melalangbuana ke Jambi. Bismillah. 

Perjalanan sangat panjang ini sebenernya adalah perjalanan yang tertunda. Awalnya kami merencanakan setelah UAS, tapi mendadak gagal gara-gara ada kulap. :'( Dan Alhamdulillah, awal September 2012, kami berangkat juga ke Atap Sumatera! :)

Ajak sana ajak sini, lagi-lagi perjalanan ini hanya diikuti 4 orang. Ada saya, Kang Shiddiq, Kiddy dan Regian. Karena waktu itu ceritanya baru banget lebaran, jadi kami berangkat masing-masing dengan meeting point Jambi. Saya berangkat dari Lampung dan yang lainnya berangkat dari Bandung. 

Lampung - Jambi
Saya berangkat dari Lampung menuju Jambi numpang travel. 16 jam menuju Jambi. Perjalanan malam sangat direkomendasikan kalo gak mau spot jantung. Yaa. Kalian taulah gimana supir-supir mobil kalo melintasi Jalinsum (jalan lintas sumatera). Tulangbawang-Talang Kelapa -Banyu Asin - Pangkalangresik - Bayung Lencir - Sungai Bahar dan Mestong adalah rute yang travel ini lalui. Travel ini mengambil rute Jalan Lintas Timur Palembang - Jambi. 

Begitu tiba di Jambi, saya langsung diantarkan ke agen travel AYU selanjutnya yang akan membawa kami menuju Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci. Travel Ayu ini berada di Jln. Pattimura atau biasa dikenal daerah Kuburan Cina. Warga Jambi relatif lebih mengenal nama daerahnya ketimbang nama jalan. Soalnya saya sempat bertanya ke beberapa orang dan mereka malah lebih mengenal sebutan Kuburan Cina. 
Setiap perjalanan, mendatangkan orang-orang baru. 
Saya setuju pisan dengan kalimat itu. Jadi ceritanya, waktu di dalem travel saya mendapatkan kenalan baru, Mbak Arum, seorang mahasiswi Kedokteran. Saya sempet singgah di kosan mbak Arum, ngerepotin mbak Arum. Aaaaa.  Makasih Mbak Arum buat tumpangannya di Jambi :) 
Makan siang yang sangat telat! :")

Jambi – Sungai Penuh (Kerinci)
Pukul 19.22 WIB travel yang kami tumpangi segera meluncur menuju Kerinci. Mobil segera menuju pinggiran kota, sampai akhirnya berbelok ke suatu jalan yang sangat lurus-panjang namun gelap. Sinyal handphone  langsung berubah menjadi SOS sepanjang jalan ini. Pertunjukan dimulai! Perut kami sudah mulai dikocok-kocok, padahal jalan yang kami lalui hanya jalan lurus saja. Untungnya jalanan masih bagus, hanya di beberapa spot jalanan rusak. Tapi, tetap saja perut kami terkocok. Setelah habis sampai di ujung jalan ini, langsung Jalan Lintas lainnya yang kami jumpai. Truk-truk besar mendominasi jalanan ini. Alamak. Makin jempalitan jantung ini. Perjalanan benar-benar tegang. Kami yang tadinya masih mengobrol satu sama lain, sekarang sibuk sendiri-sendiri. Saya yang berusaha untuk tidur dan akhirnya tidak bisa tidur memilih *menikmati* perjalanan kali ini. Mulut komat kamit mengucap segala macam doa, mata menatap lurus ke depan melihat mobil yang disalip dan mobil dari arah berlawanan. Mata baru bisa terpejam ketika jalanan sepi. Setidaknya kalau jalanan sepi travel yang kami tumpangi tidak akan menyalip mobil-mobil lainnnya. Ohiya, ada satu hal yang unik. Sepanjang perjalanan, sopir travel ini memasang musiknya Peterpan dan band-band Indonesia lainnya. Untung saja.  Yaa, kami masih bisa-lah mengikuti lirik yang ada.

Pukul 22.00 WIB. Kami beristirahat di negeri antah berantah. Tidak ada plang yang menunjukkan nama daerah itu. Disini, kami memesan susu manis hangat untuk mengganjal perut yang telah dikocok-kocok. Tak kurang dari 45 menit mobilpun melaju. Jalanan yang sepi – gelap membuat mata kembali terpejam. Ya walaupun terkadang saya terbangun dan begitu melihat daerah sekitar yang saya lihat Cuma gelap – gelap – dan gelap. Yang jelas jalanan ini sudah mulai berkelok – kelok. Berarti kami sudah melewati daerah Bangko. Udara pun sudah mulai dingin.
Travel Ayu 
Selama perjalanan kami istirahat sebanyak 2 kali. Jalan yang kami lalui setelah istirahat yang kedua adalah  bukit-bukit kecil. Serupa dengan perjalanan ke Bromo dan Sembalun , pintu masuk ke Gunung Rinjani. Melewati punggungan bukit, berkelok-kelok, dan gelap. Untungnya kali ini mobil tidak begitu ngebut. Alhamdulillah. Sekitar pukul 04.30 WIB kami tiba di Sungai Penuh! Perjalanan yang sangat panjang dan sangat memacu adrenalin! 500 kilometer kami tempuh dari Jambi untuk sampai ke kota ini. 

Perjalanan menuju Gunung Kerinci masih belum selesai disini. Masih ada 30 km lainnya. Yak. Kami masih harus menumpang angkutan desa dari Sungai Penuh ke Kayu Aro sebelum melakukan pendakian ke Atap Sumatera!

Suasana pagi hari di Sungai Penuh sangat sejuk. Kota ini dikelilingi oleh dataran tinggi di sekitarnya. Serupa dengan Bandung, dikelilingi dataran tinggi di sekitarnya. Tak ayal, udara sejuk menjadi hal biasa di daerah itu. Orang beramai-ramai ke Pasar untuk menjajakkan dagangannya dan sebagian lainnya berlaku sebagai pembeli. Sebuah simbiosis  mutualisme di kehidupan yang sebenarnya. 


MORNING SUNGAI PENUH! 
34 jam lamanya dari Lampung sampai Sungai Penuh yang sangat WOW .

.....bersambung

Share:

7 komentar